MAAF ( BUKAN SEKEDAR BERBICARA )

Pada satu tahun yang lalu, aku menulis tentang kebodohan yang aku lalui.
Sebuah perjalanan yang salah.
Aku tak menghargai sama sekali orang yang seharusnya aku ucapkan terima kasih dan maaf padanya.
Aku sampaikan semua rasa penyesalan dan beribu terima kasih pada orang tersebut.
Ganesh, Desy Kencanawati.
Perempuan yang dulu aku tidak begitu memperlakukannya dengan baik.
Dalam blog ku yang dulu, tentang Ramadhan.
Tentang permintaan maaf.
Aku selalu merasa, saat kita memilih siapa yang akan kita jadikan orang special dalam hidup kita, separuh jiwa kita. Kita akan memaafkan tanpa harus mereka meminta maaf pada kita. Begitu pula sebaliknya. Kupikir kita akan dimaafkan tanpa kita ngomong.
Dan ternyata aku salah.
Meminta maaf bukan sependek itu. Terlebih pada orang yang akan kita jadikan pendamping.
Sangat penting rupanya dalam berucap maaf.
Mengucapkan rinci dari semua kesalahan yang kita lakukan.
Mengucap dengan sungguh sungguh dan mengerti untuk memperbaiki semua kesalahan itu.
Aku dulu memang tidak mengerti, dengan masih membawa konsep yang lama yang aku pikirkan tentang konsep maaf, memaafkan dan meminta maaf.
“ tidak melakukan apa apa berarti tidak menebus kesalahan sama sekali ”.
Ya memang benar, meminta maaf bukan sekedar meminta ampunan dari kesalahan, tetapi mengembalikan semua ke posisi sebelum kesalahan itu terjadi, pada normal dan porosnya.
Meminta maaf tidak sesimpel itu,dan sekarang aku baru tau.
2 tahun sudah aku jalani dengan ganesh, bersamanya aku sering sekali membuat kesalahan, bahkan hamper pasti salah terus dalam hidupku, benar saja hanya nyaris,
Aku bertindak berlebihan dalam berteman dengan perempuan, terlalu ganjen.
Aku jarang berbagi dengan ganesh, sebatas cerita, sebatas makan, ataupun semua yang aku miliki, jarang aku berbagi dengan ganesh.
Aku sangat sedikit dalam menuliskan namanya, membicarakanya dalam blog ku.
Aku yang memecahkan kaca lemari dihadapanya.
Aku yang menutup telefon seenak diriku sendiri.
Aku yang membanting helm hingga hancur di hadapanya saat di jogja.
Aku yang tidak melindunginya saat kami bermasalah dengan penduduk di jogja maupun di solo.
Aku kurang pandai dalam menghafal, perhatian dan mendetail tentang ganesh.
Dan aku salah semua, semuanya hamper adalah kesalahan ku., perbuatanku yang sangat menyebalkan, bukan saja untuk ganesh, tetapi untukku juga saat ini.
Harusnya aku tidak bersikap seperti itu.
Berbuat hal hal yang menjadikan hubungan kami menjadi keras.
Berbuat hal-hal yang bodoh dan memicu permasalahan.
Kenapa aku setolol itu.
Kenapa aku sebodoh itu.
Aku minta maaf. Padamu nesh,
Atas segala apa yang aku lakukan dahulu,
Atas segala yang aku perbuat dimana tanpa kusadari dan karena kebebalanku aku menyakitimu.
Memang, atau lebih tepat adalah seharusnya.
Aku berbuat untuk mengembalikan semua pada posisinya,
Mengembalikan semua pada normalnya.
Bukan sekedar maaf saja yang aku ucapkan. Tetapi juga berbuat.
Mungkin ini sebagai langkah awal dalam aku berbuat. Langkah awal dalam aku mengembalikan semua pada posisinya.
Sebelum semua menjadi kerak dalam sakit hatimu.
Aku minta maaf, atas semua yang aku lakukan, atas kesalahan yang aku sengaja ataupun tidak, akan aku urai satu satu lebih baiknya.
Aku minta maaf atas berlebihanya hubungan ku dengan melli,
Aku minta maaf aku tidak meminjamkan mp4 ku padamu dulu,
Aku minta maaf tidak mengembalikan hp yang kamu pinjamkan padaku,
Aku minta maaf sedikit menulis nama mu dalam blog ku,
Aku minta maaf sering berlaku kasar padamu.
Aku minta maaf jarang berbagi sama kamu,
Aku minta maaf, untuk semua yang membuatmu tidak nyaman, membuatmu kesal dan marah padaku.
Dan seperti yang sudah aku tulis.
Aku akan memperbaikinya. Mengembalikan semua keposisi semula.
Dengan berbuat bukan sekedar diam saja.

Semua kuharap kembali dari awal kembali.
Walau untuk sempurna pun tidak bisa. Tapi mencoba bukan suatu kesalahan, terlebih memperbaiki,
Semoga ganesh mengerti,
Aku benar benar sungguh sungguh padanya.
Dan berusaha memeberikan yang terbaik untuknya.
Untuk hubungan dengan orang yang aku sayangi, lain tidak.

I LOVE U NESH.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.